Bhante Tukang Pukul Kentongan

–Bhante tukang pukul kentongan (‘mang tuh kentongan salehnye ape ye?Hehe)

tong tong tong
tong tong tong

Sedikit berbagi cerita tentang bhante tua yang baik ini. Yang tugas resminya di Panditarama Forest Monastry sehari-harinya adalah tukang pukul kentongan.

Yakni jam 03.00 pagi (bunyi kentongan yang sangat tak diidolakan oleh Yogi/peserta meditasi, karena kami harus segera, suka atau tidak, bangun dari tidur, berbenah diri menuju aula meditasi, kalau ada yang bandel, akan datang Bhante tua lain yang menyusuri kuti demi kuti ‘mengusir’ penghuninya segera ke aula meditasi. Bhante tua tukang ‘sapu bersih’ ini ‘bersenjatakan’ longceng penjual es doger yang buncinya: cring-cring, cring-cring, hehe)

Lalu Pukul 05.30, nah ini bel yang selalu diidamkan para yogi, bel makan pagi, haha. Segera kita berbenah, lalu berbaris rapi berjalan penuh kesadaran ke ruang makan. Jangan pikir ini gampang loh. Dari aula meditasi menuju ruang makan sekitar 300 meter, melalui jalan menurun, jembatan kayu, menanjak, anak-anak tangga dalam kondisi pagi buta yang sueer, asli dingin, gelap dan buta. Tapi kita dibekali senter kok. Habis makan boleh kembali sendiri-sendiri ke kuti, tapi tetap slow motion.. kayak nonton film yang gerakannya diperlambat, pelan dan penuh kesadaran melangkah.

Pukul 06.00 bell lagi, saatnya menuju aula meditasi lagi.

Pukul 10.00, hehe saatnya makan siang, saat yang diidolakan.

Pukul 12.00 uhhh, ke aula lagi

Pukul 14.00 break ceramah dharma

Pukul 16.00 meditasi lagi

Pukul 17.00 kembali ke kuti untuk berbesih diri.

Pukul 18.00 kembali ke aula, meditasi lagi.

Pukul 21.00 Saatnya kembali ke kuti untuk tidur dan akan dibangunkan lagi oleh bunyi kentongan jam 03.00 pagi buta,hehe.

Bhante tua inilah yang bertugas memukul kentongan ini.

Itu tugas resminya. Tugas tak resminya beliau hobi mengcukur rambut. Siapa saja dari peserta meditasi, baik itu sangha maupun umat biasa , kalau lewat kuti beliau, bila dilihat rambut kita cukup panjang menurut beliau, pasti dipanggil dengan jurus tiga kata saktinya..(Come..! Squat, lalu sit..) .

Jadi beliau memanggil kita dengan kata: Come untuk menghampiri dirinya, saat kita datang mendekatinya beliau pasti bilan :squat, disuruh jongkok lalu beliau membasahi rambut kita dengan air dari drum, setelah itu sit! yang artinya duduk dan beliau mulai mencukur rambut kita sampai bersih.

Itulah tiga jurus andalanya, soalnya beliau berasah dari Tiongkok dan tidak begitu bisa berbahasa Inggris, hehe. Tapi untunglah aku sedikit-sedikit bisa berkomunikasi dengan beliau pakai bahasa hokkian.

Saat saya browsing internet di Panditarama Monastry tiba-tiba aku mendapatkan foto beliau yang lagi memukul gong. Lalu munculah memori ini.

Ops, ternyata ada yang berubah. Kentongan kayu setinggi orang kini telah digantikan sebuah gong kecil, tapi bunyinya pasti sangat nyaring. Cukup nyaring untuk membangunkan kesadaran mereka yang masih terlelap, hahaha. Oh ya, mungkin kentungan kayu besar itu, karena suaranya yang dasyat, hanya dipukul saat pagi buta.

Namaste Bhante, namaskara dari jauuuuuhhhh. Jadi pengen dicukur ama bhante lagi nih, hehe.

kuti
kuti gue

Ancol, 10 Januari 2009

Harpin R