Kesadaran dan Kotoran Manusia

Gg. Melati, Ampera 7 oil on canvas
Gg. Melati, Ampera 7 oil on canvas, harpin

Kesadaran dan Kotoran Manusia

Kotoran manusia yang saya maksud bukanlah kiasan semisal kotoran batin, tapi kotoran dalam arti sisa pencernaan yang keluar dari dubur kita.

Waktu saya masih kost di gang melati Pademangan Barat, pernah dan sering mengalami wc mampet.

Ketika pemilik kost lebih nyaman dengan bini muda di Kalimantan, kondisi kost benar-benar terlantar seperti rumah tak bertuan.

Dulu saat pemilik masih tinggal di Jakarta, ia biasa mengontrol dan menjaga kualitas kostnya. Saat ia asyik dengan ‘mainan’ baru di Kalimantan, terlantarlah kami yang kost di tempat dia di Jakarta.

Penjaga kost biasa, kalau bos ada sangat rajin. Tapi belakangan pemilik kost tidak ada, ia mencari tambahan kerja di luar, tinggalah istri dan anaknya yang masih kecil yang merawat kost.

Suatu ketika, dan sering terjadi, lobang pembuangan air di kamar mandi mampet. Kami tak bisa masuk dan beraktifitas di kamar mandi, karena air mengambang, banjir lokal terjadi dalam kamar mandi.

Jadilah siang itu saya melapor istri penjaga kost, kalau saluran pembuangan kamar mandi mampet.

Ia lalu membuka penutup got pembuangan di lorong rumah yang mengalir ke got besar di depan kos. Ternyata ada satu bagian penampungan cukup dalam yang penuh sampah plastik bungkus sampo, bungkus sabun, pasir, batu, dan juga kotoran manusia.

Ya, ternyata anak-anak kos di sini orang-orang efisien, pembungkus shampo langsung dibuang ke saluran air, bahkan ada yang berak di situ.

Sambil jijai sedikit menutup hidung, Ia mencungkil-cungkil dengan kayu berusaha membersihkan jalur air yang tertutup kotoran.

Biasalah, sebagai gentleman yang sok baik, tentu saya tak tega membiarkan seorang wanita mengejakan hal yang ia tak suka, yang juga cara kerjanya tak efektif.

Saya ambil posisi jongkok, menjulurkan tangan dan lengan saya sampai siku masuk dalam air di lubang saluran itu. Menguras tanah, bungkus shampo, krikil dan sepotong dua potong kotoran manusia di sepanjang saluran itu..dari mata batin, jiah mata batin, sepertinya saya menangkap ia bergidik melihat saya bisa melakukan hal itu, hahaha.

Aneh juga, berbekal ilmu kesadaran melihat hanya melihat, mencium hanya mencium, segala bentuk pikiran dan konsep tentang kotoran manusia yang menakutkan itu runtuh dengan sendirinya. Memegang hanya memegang, lembut hanya lembut, keras hanya keras, saya memegang, mengangkat dan membuang entah kotoran siapa itu hehehe.

“Bret bret” air dalam got sudah mengalir lancar, aku lalu menutup kayu-kayu penutup saluran air itu lalu mencuci tangan dengan sabun antiseptik dan mandi.

Well, malam hanya sebuah malam. Gelap hanya sebuah gelap. Bumbu-bumbu respon batinmu yang membuat malam itu menjadi malam jahanam atau penuh bintang.

Terkadang, terlalu asyik kita dalam pelukan malam hingga lupa esok masih ada siang. Atau, mungkin siang dan malam juga khayalan kita semata sahaja? Hahaha.

Bandar Kemayoran, 06 April 2016.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *