Mengenang Ashin Jinarakkhita (Sukong)

Tulisan dibawah ini adalah email  saya kepada beberapa sahabat baik yang saya edit lagi. Selamat membaca.

Ceritanya aku baru menjadi samanera dan tinggal di Ekayana. Suatu ketika, aku berkunjung ke Wihara Sakyawanaram dengan Bro Awi untuk namaskara pada Sukong.

Setelah namaskara pada beliau, Sukong yang duduk di atas kursi rodanya bertanya ke Bro Awi: “Ini Biku atau samanera? Muridnya siapa?”

Setelah mendapat penjelasan Bro Awi, Sukong menyuruh aku pergi makan.

Makan dimana? Saya bingung bisik-bisik tanya ke Bro Awi. Ternyata makannya di ruang makan di lembah, dekat pancoran 7.

Singkat cerita pergilah aku ke ruang makan, sementara Bro Awi menemani Sukong.

Bermodalkan tanya sana-sini, aku sampai di ruang makan. Ternyata ada seorang biksu senior yang bersiap-siap makan di dalam, buru-buru aku namaskara.

“Dari Jalan Mangga? Masih samanera? Mau makan? Tunggu di luar dulu! Tunggu biku selesai makan!” kata biksu senior itu. Jalan Mangga maksudnya Wihara Ekayana yang posisinya ada di Jalan Mangga.

Dengan kikuk aku keluar dari ruang makan. Duduk menghitung detik di teras. Serba salah. Tadi Sukong suruh pergi makan. Ei, sampai di ruang makan disuruh keluar. Bener-bener garing, deh.

Lagi manyun-manyunnya, tiba-tiba Bro Awi muncul, “Samanera sudah makan?” tanyanya.

“Belum” kata aku.

Ternyata kata Bro Awi, Sukong memintanya menyusul ke bawah, pastiin aku mendapatkan makan siang. “Samanera harus dilayani” kata Sukong ke Bro Awi.

Dalam hati aku berkata, Sukong tahu aku ga diijinin makan ama biksu senior itu kali yeh, hehe.

Makasih yah, Kong.

Peristiwa yang lain adalah, saya pernah mengetes kebenaran bahwa Sukong bisa baca pikiran orang.

Jadi sewaktu berkunjung ke Pacet, aku dorong kursi roda yang diduduki Sukong hilir- mudik di depan kuti beliau. Lama juga bolak-balik. Hingga akhirnya aku capek juga dan berkata dalam hati:

“Kong, udah capek, nih”

Tiba-tiba Sukong panggil-panggil dayakanya.

Ada apa yah? Pikirku dalam hati, sambil terus mendorong kursi rodanya.

Eit, ternyata sukong minta dayakanya gantiin aku mendorong kursi roda!