Purworejo(Bagelen) Pusat Tantra di Jawa Tengah Dahulu Kala

Purworejo(Bagelen) Pusat Tantra di Jawa Tengah Dahulu Kala

Kedamaian alam Purworejo

Dear all,

Ini adalah sedikit oleh-oleh kunjungan saya seminggu di Purworejo. Pada masa keemasan Syiwa Buddha, Purworejo  dikenal sebagai Bagelen.

Menurut sejarah, Kadipaten Bagelen diserahkan kepada Hindia-Belanda oleh pihak Kesultanan Yogyakarta setelah Perang Diponegoro berakhir. Untuk memutus jati diri  Bagelen sebagai daerah yang kuat, wilayah ini dalam kekuasaan Belanda diciutkan menjadi hanya kabupaten  dalam Karesidenan Kedu.

Belanda membangun pemukiman baru di daerah ini dan menamainya Purworejo. Saking waspada akan  perlawanan di tempat ini, Belanda menempatkan barak-barak tentara di sini, sekaligus membangun jalan raya membelah daerah ini agar lebih mudah diawasi.  Begitulah asal mula Purworejo.

Nah, sejak tiba di kabupaten Purworejo, saya diliputi perasaan damai dan tenang. Semula saya heran, di tempat yang sangat cocok untuk peristirahatan ini, kok tak ada pusat meditasi, bahkan katanya tak ada wihara, padahal saya rasa vibrasi tempat latihan yang tenang sangat mendukung di sini.

Setelah saya browsing tentang Purworejo di internet, fill damai ini tak salah. Dari hasil browsing saya tahu, Purworejo atau Bagelen merupakan pusat pengembangan agama Syiwa Buddha (Tantra) di Jawa Tengah sejak kerajaan Galuh-Tarumanegara.

Pada jaman itu, Bagelen atau Purworejo adalah tempat biksu tinggal dan bertapa. Jadi tak heran, vibrasi damai ini masih terasa hingga kini. Bahkan urat nadi kabupaten ini adalah sungai yang bernama Bagawanta, yang berasal dari kata Begawan, karena konon di sepanjang tepi sungai inilah para biksu bermukim!

Malangnya, keluarga teman dekat saya yang non Buddhis yang terpesona indahnya Dharma Guru Buddha yang saya sampaikan, hanya bisa berkata, sayang di sini tak ada wihara. Padahal gereja dan pastoran bertebaran.

Ada yang mau merintis?

Dalam pemikiran, saya mungkin punya ikatan karma dengan tempat ini pada kelahiran yang lalu.

Tercatat sejak SMU, 3 kali saya kelayapan tak jelas sampai di daerah ini. Satu kali bermalam di rumah penduduk dan mandi di permandian air panas alam beramai-ramai dengan penduduk, yang kini tak bisa kulacak keberadaannya.

Kedua, masih di bangku SMU, saya pernah masuk sampai ke tempat paling sakral Petilasan Nyai Bagelen, leluhur orang Purworejo yang dikramatkan penduduk di sini, yang mayoritas muslim kejawen. Berada di dalam petilasan yang dikramatkan itu, yang dikelilingi kuburan muslim, saya agak kaget karena isi dari ruang spesial itu, pusat dari petilasan tersebut yang dijaga juru kunci ternyata sebuah Stupa! Mungkin itu stupa perabuan Nyai Bagelen? Yang ternyata Buddhis!

Faktor kedua adanya pemikiran ikatan karma aku dengan tempat ini, tanpa rencana seminggu ini saya ‘dipaksa’ ada di Purworejo. Kalau bukan oleh karma yang harus diselesaikan, bagaimana mungkin saya ada di sini?

Uniknya, konon di sini masih hidup tradisi, setelah sunatan anak yang disunat diarak keliling dengan kuda. Jadi ingat tradisi di Negara Buddhis yang juga mengarak anaknya keliling setelah menjadi samanera kecil, terinspirasi kisah Pangeran Siddharta yang meninggalkan istana? Mungkin ini alkuturasi agama pendatang dengan kebudayaan Buddhis setempat yang kuat pada era lalu.

Mau ke sana? Kalau naik bis ac Sinar Jaya dari Pulo Gadung Rp.65.000,- Jakarta – Purworejo. 10 Jam perjalanan. Bisnya sehari 2 kali jalan. Pagi jam 6, kalau sore jam 4. Letak Purworejo sekitar 2 jam dari Yogyakarta, 15 menit dari Candi Borobudur.

Berikut  kutipan dari sebuah blog tentang sejarah Purworejo/Bagelen:

Syiwa-Buddha

Menurut Oteng, dakwah Sunan Geseng di Bagelen dengan mengakomodasi kepercayaan Syiwa-Buddha bukan tanpa alasan. Sejak zaman kerajaan Galuh-Tarumanegara, Bagelen dikenal sebagai pusat perkembangan agama Syiwa-Buddha di Jawa Tengah.

Bahkan, pendiri Bagelen adalah putri Raja Syailendra atau yang disebut warga setempat sebagai Raja Suwela Cala. Di Bagelen juga banyak ditemukan yoni dan lingga peninggalan Wangsa Sanjaya dan Rakai Panangkaran yang beragama Hindu-Syiwa.

Bagelen yang dulu juga meliputi sebagian Wonosobo dikenal sebagai tempat pelarian pangeran dan kesatria Majapahit. Salah satunya adalah Pangeran Jayakusuma. Demikian pula dengan Raden Caranggasing dari Jenggala.

Di Bagelen bagian selatan banyak pendeta Bhairawa Tantra, yang sakti. Maka, banyak prajurit tangguh dari wilayah ini.

Urat nadi wilayah Bagelen, yaitu Sungai Bagawanta, konon merupakan tempat begawan dan biksu tinggal dan bertapa. Karena itu, sungai itu dinamakan Bagawanta (dari kata begawan). Sebelumnya, berdasarkan prasasti peninggalan Wangsa Sanjaya, sungai ini bernama Ciwatukora.

Dengan latar belakang semacam itu, tak ada pilihan lain bagi Sunan Kalijaga maupun Sunan Geseng untuk tidak mengakomodasi nilai Syiwa-Buddha. Apalagi dalam beberapa hal ajaran Islam dan Syiwa- Buddha juga memiliki kesamaan.

Memang, karakter khas warga Bagelen kini tak sekental dimasa lalu. Bahkan, secara geografis pun wilayah Bagelen mengerdil. Bila dulu pada masa sebelum tahun 1830 wilayahnya meliputi Berangkal (kini Purworejo), Semawung (Kutoarjo), Ngaran (Kebumen), dan Karangduwur (Wonosobo bagian selatan), tetapi setelah tahun 1830 Bagelen tinggal wilayah seluas empat kecamatan disebelah timur Purworejo.

Pengerdilan wilayah Bagelen ini tak terlepas dari upaya Belanda menghentikan perlawanan sisa pengikut Pangeran Diponegoro di wilayah ini.

Masih tampak

Namun demikian, tradisi Islam-Jawa dalam banyak hal masih tampak. Legimin (66), sesepuh Desa Bagelen, Sabtu (28/1), mengatakan, setiap Jumat Kliwon, Selasa Kliwon, dan Kamis Wage, warga Bagelen mengadakan ritual sesaji kepada leluhur. Biasanya mereka mengunjungi petilasan Nyai Ageng Bagelen di Desa Bagelen, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo.

“Mereka yang ke petilasan itu tidak hanya yang Kejawen, tetapi juga yang beragama Islam, bahkan Nasrani. Mereka menghormati Nyai Ageng Bagelen sebagai leluhur. Dan, meminta kepada Allah supaya Bagelen selamat dan sejahtera,” tuturnya.

Pada bulan Sura ini, warga Bagelen, baik yang beragama Islam atau penganut Kejawen, melakukan jamasan pusaka. Mereka juga mengunjungi petilasan pepunden, seperti petilasan Nyai Ageng Bagelen, Banyu Urip, petilasan Sunan Geseng dan pepunden yang lain.

Memang, tradisi Islam-Kejawen di Bagelen kini kian tergerus modernitas yang memasuki relung kehidupan di wilayah ini.

http://waridjan.multiply.com/journal/item/71/BAGELEN_POTRET_SEBUAH_AKULTURASI_ISLAM-JAWA_

Purworejo, 14 Februari 2010

Harpin R

Sumber: http: //harpin.wordpress.com

47 thoughts on “Purworejo(Bagelen) Pusat Tantra di Jawa Tengah Dahulu Kala”

  1. Informasi yang menarik. Soal stupa Nyai Bagelen itu stupa dari batu (peninggalan kuno) atau stupa kristal yang produksi baru? Soalnya di Gunung Kawi di makam utama juga ada yang menaruh stupa. Entah isinya apa. Yang pasti stupanya masih baru. Soalnya dari kristal yang biasa ada di vihara2 yang diisi relik.

    1. Hehe, itu tempat orang islam bro. Petilasan begitu siapa yang berani iseng naro stupa di tempat yang paling dikramatkan. Ruangannya tetutup dan tidak semua orang bisa masuk. Seingat saya stupanya batu item, kira2 segede yang di candi borobudur, mungkin dililit kain kuning gue lupa, juru kuncinya pakai baju hitam2 bakar menyan dan baca mantra di depan stupa itu. Waktu saya smu sekitar tahun 93an deh.

  2. alhamdulillah akhirnya saya dpt informasi ttg tempat kelahiranku , aku adalah salah satu dr 9 bersaudara yg lahir di bagelen tp besar di jkt , dan skg ini makam bapak & ibu dan klg ku tepat dibawah genuk nyi bagelen .

  3. assalamu’alaikum!!!.. nuwunsewu, punten2, permisi!!!!

    perkenalkan saya Bahruroji dari Indramayu, Jawa barat…
    kepada pengunjung blog ini ada yang pernah denger atau tahu soal WIRALODRA gak???. tokoh ini sejaman dengan kerajaan jipang-demak gitu..
    di daerah kami (indramayu), tokoh ini menjadi tokoh sentral dalam babad dermayu. yg konon katanya berasal dari bagelen.

    kalau ada yg tahu atau punya literatur tentang beliau, saya berterima kasih sekali kalau saya diberi informasinya.

    terima ksih pada mas/bpk harpin

  4. Ketika zaman Hindu Klasik, kawasan Tanah Bagelen berperan besar dalam perjalanan sejarah Kerajaan Mataram Kuno (Hindu).

    Tokoh Sri Maharaja Balitung Watukoro dikenal sebagai Maharaja Mataram Kuno terbesar, dengan wilayah kekuasaan meliputi : Jawa Tengah, Jawa Timur dan beberapa Wilayah Luar Jawa.

    Prof. Purbacaraka menyatakan bahwa Sri Maharaja Balitung Watukoro berasal dari daerah Bagelen.

    Indikasi ini tercermin pada nama “Watukoro” yang menjadi nama sebuah Sungai Besar, Sungai ini disebut juga dengan nama Sungai Bogowonto. Disebut demikian, mengingat pada masa itu di tepian sungai sering terlihat pendeta (Begawan).

    Petilasan suci berupa Lingga, Yoni dan Stupa tempat para begawan melakukan upacara dapat dilihat di wilayah Kelurahan Baledono, Kecamatan Loano dan Bagelen. Desa Watukoro sendiri terdapat di muara sungai Bogowonto dan masuk dalam wilayah Kecamatan
    Purwodadi.

  5. Ya, kejawen islm banyak menyerap tradisi asli babad Jawi, Hindu dan Buddha hingga sekarang, suatu tatanan menjaga harmonisasi alam semesta ini.

  6. asyik jg bs tau sejarah tentang purworejo,dahulu kala purworejo tempat penyebaran agama hindu terbesar di jawa tengah tp sekarang mayoritas banyak penganut ajaran islam.nyi bagelen itu penganut ajaran hindu atau islam ya?

  7. Saya dukung semua pencari sejarah yang benar untuk dapat membangun bangsa dan negara dengan baik dan benar, yang merupakan peninggalan nenek moyang kita yang harus kita hargai, karena tanpa orangtua dan leluhur kita, kita tidak ada pada saat ini.
    Stupa di Pesarean Eyang Bagelen adalah peninggalan dari Kerajaan Mataram Purba yang merupakan Kerajaan Hindu di zaman itu.

    1. Ada baiknya istilah “Kerajaan Mataram Purba” selanjutnya kita tulis menjadi “Kerajaan Mataram Hindu” atau “Kerajaan Mataram Klasik”, terima kasih.

  8. Apakah ada informasi mengenai Bagelen sebelum dan sewaktu pergolakan perang Diponegoro, apakah berbentuk kabupaten atau sebuah kerajaan kecil? Kalau kabupaten apa ada informasi mengenai nama bupati terakhir Bagelen waktu itu dan kemana setelah di bumi hanguskan oleh Belanda? Apa benar untuk menghindari bumi hangus bupati tersebut melarikan diri dengan membawa ke empat anaknya?

  9. Radityo Djadjoeri : “Petilasan suci berupa Lingga, Yoni dan Stupa tempat para begawan melakukan upacara dapat dilihat di wilayah Kelurahan Baledono, Kecamatan Loano dan Bagelen”. Saya ingin mengunjungi/melihat, tepatnya ada di mana?

  10. kami warga purworejo BAGELEN memegang teguh tanah leluhur kami jangan ada yang berani Rusak.lestarikan lah Budaya dan kelestarian alam kami.thanks

  11. Masalah istilah silahkan saja, karena semua merupakan selera tanpa dasar yang dapat dipertanggung jawabkan oleh orang yang mempermasalahkan, masalah ada kalau ada yang mempermasalahkan, masalah ada karena adanya kepentingan yang terganggu dan dipermasalahkan, kata purba berasal dari kata purwa yang berarti sangat tua atau sangat dituakan, istilah Mataram Purba sudah digunakan sejak zaman Amangkurat I, yang merupakan salah satu Raja dari Kerajaan Mataram Baru pada saat Itu,
    Kita ingin mengeritik orang karena kita merasa diri kita paling tahu dan paling benar, kebetulan kami dari keluarga besar Bagelen, persisinya dari Desa Krendetan, Bagelen, Purworejo, mau lebih jelas lagi ada dalam silsilah keluarga besar Bagelen mulai dari Sultan Agung.
    Istilah Hindu, Islam, justru itu merupakan proses sejarah perjalanan bangsa yang harus dilihat kedepan agar Bangsa Indonesia bisa bersatu untuk maju, jadi seperti acara asal usul, kalau kita usul jangan asal, kalau kita asal jangan usul.

    1. A. Arti kata ‘purba’ menurut Kamus Bahasa Indonesia dan contoh permakaiannya dalam kata:

      1.purba
      pur.ba ; [a] dahulu (tt zaman yg ribuan atau jutaan tahun yg lalu): masa (zaman) –

      2.purbakala ; pur.ba.ka.la
      [n] zaman dahulu sekali; zaman kuno; dahulu kala: sejak — manusia telah menciptakan sesuatu untuk menutup tubuhnya

      3. bahasa purba; [Ling] bahasa hipotetis yg dianggap menurunkan beberapa bahasa yg nyata-nyata ada, msl bahasa proto-Austronesia adalah bahasa purba dr bahasa-bahasa Filipina, bahasa-bahasa Indonesia, bahasa-bahasa Polinesia

      4.sisa purba;sisa-sisa manusia purba, binatang purba dan tanaman purba yg membatu; (2) peninggalan organisme yg terpendam di bumi atau di batu-batuan; fosil

      Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/purba/mirip#ixzz1ibIDs5lA

      B. Arti kata ‘klasik’ menurut Kamus Bahasa Indonesia dan contoh permakaiannya dalam kata:

      1.klasik;kla.sik
      [a] mempunyai nilai atau mutu yg diakui dan menjadi tolok ukur kesempurnaan yg abadi; tertinggi; (2) n karya sastra yg bernilai tinggi serta langgeng dan sering dijadikan tolok ukur atau karya susastra zaman kuno yg bernilai kekal; (3) a bersifat spt seni klasik, yaitu sederhana, serasi, dan tidak berlebihan; (4) a termasyhur krn bersejarah: bangunan — peninggalan zaman Sriwijaya itu akan dipugar; (5) a tradisional dan indah (tt potongan pakaian, kesenian, dsb): pertunjukan tari-tarian Jawa –

      2.bahasa klasik; [Ling] (1) dialek temporal bahasa yg dianggap mewakili puncak perkembangan kebudayaan pemakaiannya; (2) bahasa kuno yg mempunyai kesusastraan tinggi

      3.sastra Indonesia klasik; sastra klasik yg ditulis dl semua bahasa daerah yg terdapat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk bahasa Melayu

      4.sastra klasik; sastra yg berkembang sebelum pertemuan adanya pertemuan dan pengaruh kebudayaan Barat

      Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/klasik/mirip#ixzz1ibIpVXIF

      Berdasarkan contoh pemakaian kata dalam Kamus Bahasa Indonesia di atas, pemakaian ‘mataram klasik’ akan menunjukkan sikap menghormati pencapaian kebudayaan yang tinggi oleh nenek moyang kita.
      (1.klasik; kla.sik
      [a] mempunyai nilai atau mutu yg diakui dan menjadi tolok ukur kesempurnaan yg abadi; tertinggi; (2) n karya sastra yg bernilai tinggi serta langgeng dan sering dijadikan tolok ukur atau karya susastra zaman kuno yg bernilai kekal; (3) a bersifat spt seni klasik, yaitu sederhana, serasi, dan tidak berlebihan; (4) a termasyhur krn bersejarah: bangunan — peninggalan zaman Sriwijaya itu akan dipugar; (5) a tradisional dan indah (tt potongan pakaian, kesenian, dsb): pertunjukan tari-tarian Jawa –)

      Bandingkan dengan pemakaian kata ‘mataram purba’, seperti contoh pemakaian dalam kamus Bahasa Indonesia dibawah ini:
      (bahasa purba; [Ling] bahasa hipotetis yg dianggap menurunkan beberapa bahasa yg nyata-nyata ada, msl bahasa proto-Austronesia adalah bahasa purba dr bahasa-bahasa Filipina, bahasa-bahasa Indonesia, bahasa-bahasa Polinesia

      4.sisa purba;sisa-sisa manusia purba, binatang purba dan tanaman purba yg membatu; (2) peninggalan organisme yg terpendam di bumi atau di batu-batuan; fosil)

      Ini hanyalah refrensi, silahkan memakai kata yang pas untuk mengekspresikan rasa hormat dan bangga atas pencapaian kebudayaan nenek moyang kita.

  12. Sebagai anak yg sukanya ngelayap kelain kota, lain pulau, lain negara,..disaat tertentu ada ke rinduan alami dg Koplak, Sibak & Bogowonto,..dimana disitulah masa kecilku bermain2,…Setelah membaca2 latar belakang kesejarahan tanah leluhur ini,..maka,..Sudah saatnya KABUPATEN BAGELEN dimainkan,…ini nama, Powernya terasa Keren !!,…dan utk bisa masuk Ngrangsek ikut bermain di Perempatan Zaman Gombalisasi ini,… maka Power Bagelen cukup bisa diandalkan dlm sgala bidang,…” Selamat utk Ultah KABUPATEN BAGELEN yg Pertama “,….YEAAHHH !!!,……..Nuwun,…(mikomalioboro- 2012)

  13. Saya tambahkan sdikit mudah2an menambah wawasan ada juga petilasan dewi rengganis&rojopandito klo didaerah skitar situ masih banyak penganut agama budha trdapat jga vihara tpatnya di dusun ngargo kelurahan hargorojo,.

  14. permisi… salam kenal,
    info menarik nih.. 😀
    saya taunya bagelen itu dari reuni keluarga.. kata salah satu keluarga saya, buyut keluarga kami itu orang bagelen asli.. beliau juga pendiri desa yg kami tinggali sekarang, wonokromo, sebuah desa di dekat kaki g.wilis, jawa timur
    btw, roti bagelen itu produk asli/makanan khas bagelen ya? kok dimana2 ada….

    terima kasih 🙂

  15. Sumbangsih orang Purworejo di jaman perjuangan merebut kemerdekaan, masa sekitar lahirnya Republik Indonesia juga B E S A R.ini yg harus menjadi spirit orang Purworejo agar selalu dan meningkatka kepedulian thd bangsa negara.
    siapa pencipta lagu kebangsaan / Urip Sumoharjo tokoh pendiri angkatan perang dari mana ? Kasman singodimejo,ketua KNIP dan ketua legislatif pertama republik ini dari mana ? menteri kehakiman pertama siapa dan dari mana ?dan banyak lagi tokoh dari Purworejo jaman orde lama. Zaman orde baru di batasi, di blacklist….Zaman reformasi kiniiii…tergantung kita semua orang orang Purworejo.

  16. kenapa kita ga bikin perkumpulan keturunan bagelen…. trus kita usul kabupaten purworejo diganti nama kabupaten bagelen…..

  17. Saya setuju klo purworejo harus dkembalikan ke nama aslinya BAGELEN.,,kebesaran BAGELEN harus dkembalikan.Ketenangan kota ini sampai sekarang masih sangat terasa.,,Mungkin karena ketenangannya sekarang mendapat julukan baru sebagai kota pensiunan.

  18. ,,.Terima kasih infonya mas ,….”..BACK to the ROOTS,.”…. kebetulan saya lahir di tanah ini,… Iya,.nama Pangeran Joyokusumo sebagai Pangeran yg lari dari Majapahit lalu tinggal di Bagelen,.. nama & kisah ini jadi hidup lagi di memori saya,..Dan kalau dipikir kebelakang,..Muncul Pertanyaan; Bukankah sebelum Mataram Hindu-Budha pindah ke Jawa Timur,..Bahwa letak Mataram Hindu-Budha adalah di sekitar Bagelen (Bagelen sebelum 1830=) candi Borobudur-(Magelang) – komplek candi di kawah+candi Gedung Songo (Wonosobo) Dan Pantai Congot (Kecamatan Bagelen sekarang) adalah sebagai Pantai utk tempat Ritualnya,… Yah di SMP saya ingat nama itu sering kudengar dr para Sesepuh,.. Ketika SMA saya di kota Mataram-Lombok-NTB lalu kuliah di Jogja sampai sekarang,..Salam Nusantara

  19. lho? kata siapa purworejo nggak ada vihara? vihara apa yang dimaksud? ada tinggal di purworejo sejak lahir sampai sma. aku tinggal di daerah jalan a yani, selatan pasar baledono. di belakang pasar baledono sebelah utara itu ada vihara/kelenteng yang cukup besar lho? sampai sma, aku masih suka main ke sana. apa sekarang udah dibongkar? rasanya nggak mungkin karena purworejo kota banyak keturunan tionghoa sepanjang jalan a yani dan sekitarnya.

  20. Saya asli Orang Purworejo, tepatnya dari daeray Ganggeng. Daerah Kecamatan Purworejo selatan, berbatasan langsung dengan Kecamatan Bagelen.

    Saya setuju usulan para sedulur-sedulur yang mengusulkan agar nama Kabupaten Purworejo diubah jadi Kabupaten Bagelen.
    Karena menurut sejarah, Bagelen itu nama asli dari penamaan dari Leluhur. Sedangkan nama Purworejo itu ada karena bentukan Belanda, dkarenakan merasa terancam akan kekuatan Bagelen yang masih tersisa. Dan wilayahnya pun diperkecil, hingga sekarang Nama Bagelen menjadi nama sebuah Desa juga Kecamatan.
    Soal tanggal ulang tahunnya, saya setuju tetap pada tanggal lama, yakni tanggal 5 Oktober. Dan sekarang umur kabupaten tsb adalah 1,111. Lumayan tua bukan…???

  21. Ada yang tahu tentang keterkaitan Leluhur dari jaman Mataram Lama, Majapahit, Mataram Lama sampai Indonesia tentang mitos2 yang mempengaruhi pribadi atau karakter- karakter orang Purworejo atau tidak???
    Karena berdasarkan Pengalama saya pribadi di perantauan, entah itu di tempat kerja atau tempat lainnya tu Orang Purworejo menurut saya punya perbedaan yang cukup unik jika ditelusuri dan dipahami jika dibandingkan dengan Orang Jawa yang lainnya. Bahkan dengan orang daerah sekitarnya seperti Kulon Progo, Magelang, Wonosobo ataupun Kebumen.
    (Perbedaan tsb mulai dari aura raut wajahnya, cara berbicara, ilmu pengetahuan(pendidikan) sampai nilai ikatan batin kekeluargaan sesama Orang Purworejo).
    Piye menurut sedulur2 Wong Purworejo, yo podo ngroso koyo Nyong iki po ra???)

    Maaf jika ada pihak yang tersinggung, saya cuma ingin sekedar mengungkap pertanyaaan pribadi yang selama ini belum kutemui jawabannya.

    Salam “Guyub ing Paran, Rukun Ing Ndeso”…
    Kanggo sedulur- sedulurku Wong Purworejo (Pakuwojo, Gempur, CPP atau yang lainnya) ono ngendi wae…

  22. I actually intend to bookmark this particular blog post, “Purworejo(Bagelen) Pusat Tantra di Jawa Tengah Dahulu Kala « Harpin’s Blog” on my page.

    Will you mind if I personallydo? Thanks a lot -Marcus

  23. Nama Bagawanta / Bogowonto berasal dari kata bagawan + ta (tempat tinggal para bagawan / biksu ?) sangat beralasan. Buktinya? ya sepanjang p[inggiran sungai Bogowonto, dari sekitar loano sampai bagelen – purwodadi banyak situs-situs Hindu – Budha. Dan nama desa Borowetan dan Borokulon, tak lain dari pergeseran kata ‘Vihara’ –> jadi biara –> jadi Bara / Boro. Teks pada Prasasti Kayu Ara Hiwang (823 Saka) yang ditemukan di desa Borowetan, al. berisi pernyataan desa Kayu A.H. sebagai perdikan (bebas pajak), yang dilakukan oleh pejabat Mataram Kuno semasa Raja Dyah Balitung, yang bernama Rakai Wanua Poh Dyah Sala Putra Sang Ratu Bajra. Dinyatakan perdikan karena masyarakatnya memajukan kemakmuran wilayah serta memelihara tempat suci / sarana keagamaan. Patutlah kita berikan apresiasi kepada leluhur kita!.

  24. Suatu saat saya berkunjung ke rumah teman yang tinggal di Widasari, Cirebon. Yang saya herankan cara tuan rumah menghidangkan minuman mengingatkan tradisi di kampung waktu saya kecil, yaitu membawa gelas kosong dan menuangkan minuman di depan tamu. Saya katakan bahwa cara itu persis seperti kebiasaan di kampung. Kemudian tuan rumah berkata, apakah saya berasal dari Bagelen?

  25. Saya lahir dan besar di Jakarta, sampai sekarang pun saya tinggal di Jakarta, tapi gak tau kenapa hati dan perasaan saya selalu ingin kembali ke tanah leluhur saya di Bagelen

  26. Apakah ada hubungannnya antara daerah asal dengan sosok saya ketika saya saat ini tinggal tidak di Purworejo, saya merasakan ada dorongan yang kuat untuk menjadi orang yang berguna(pemimpin), karena saya teringat akan tokoh-tokoh besar yang berasal dari Purworejo.

  27. Purworejo Berirama!…
    Salam dari wong Mudalrejo Loano, yang kini tinggal di tanah Priangan.
    Ngudarasa ki, mbok yao kui gerbang selamat datang yang dari arah Kebumen itu di rehab dong, yang lebih gagah gitu. Yo to…

  28. Saya lahir di Purworejo(Bagelen) semenjak sekolah orang tua pindah ke Purworejo. Saya bangga dengan tanah leluhur saya yang banyak menciptakan tokoh nasional. Saya rasa ini yang menjadi spirit putra daerah Purworejo untuk bisa menjadi pemimpin di negeri ini. Mari kita jaga dan lestarikan budaya dan spirit Bagelen sebagai daerah yang kuat dan di segani pada zamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *